Wednesday, February 29, 2012

Lead Acetate dalam Pewarna Rambut

Lead Acetate merupakan salah satu bahan yang cukup menimbulkan kontroversi terkait penggunaannya dalam kosmetika. Penasaran kenapa bisa begitu? Ayo baca lebih lanjut yuk! Yomimashou!!







Lead(II) Acetate (Pb(CH3COO)2) adalah senyawa berbentuk kristal putih dan berasa manis yang dibuat dengan mereaksikan timbal(II) oksida dengan asam asetat. Karena rasanya yang manis inilah Lead Acetate juga disebut sebagai "lead sugar". Tapi jangan salah lho. Rasanya memang manis, tetapi senyawa ini dapat mematikan. Lead Acetate terkenal dalam sejarah karena dicurigai merupakan senyawa yang menyebabkan kematian Paus Clement II dan Beethoven.

Inilah penampakan Lead Acetate!


Zaman dulu, senyawa ini digunakan sebagai astrigent untuk membantu meredakan bengkak dan untuk mengobati keracunan poison ivy. Tetapi, karena bahayanya lebih besar daripada manfaatnya, saat ini Lead Acetate tidak lagi digunakan  untuk pengobatan. Senyawa timbal seperti Lead Acetate malah lebih berbahaya daripada timbal murni karena sifatnya yang lebih larut.

Lalu, bagaimana dengan penggunaannya dalam kosmetika?

Lead Acetate digunakan sebagai bahan pewarna dalam pewarna rambut progresif. Pewarna rambut jenis ini diaplikasikan dalam jangka waktu tertentu dan dengan tiap aplikasi, menggelapkan warna rambut secara gradual hingga diperoleh warna rambut yang diinginkan. Warna yang lebih gelap ini terjadi karena Lead Acetate akan berikatan dengan Sulfur dari protein rambut kita menjadi senyawa Lead Sulfide.

Warna rambut menjadi semakin gelap tiap kali pewarnaan menggunakan Lead Acetate


Kontroversi terjadi karena Lead Acetate merupakan bahan yang memiliki banyak efek toksik, baik pada manusia maupun pada hewan percobaan. Efek-efek tersebut antara lain:

1. efek neurotoksik pada susunan saraf pusat dan saraf perifer,
2. kerusakan pada ginjal,
3. hematoksisitas dan anemia,
4. peningkatan tekanan darah dan mempengaruhi respon imun.

Selain efek-efek toksik tersebut, kontroversi Lead Acetate pada kosmetika terutama disebabkan oleh efek toksiknya pada sistem reproduksi dan berisiko menyebabkan kanker.

Di Eropa, Lead Acetate digolongkan sebagai senyawa toksik pada reproduksi kategori 1A (Substances known to cause developmental toxicity in humans) pada R61 (may harm unborn child) dan toksik pada reproduksi kategori 3 (Substances which cause concern for human fertility) pada R62 (Possible risk of impaired fertility). Untuk risiko menyebabkan kanker, Lead Acetate termasuk senyawa karsinogenik kategori 3 (Substances which cause concern for man owing to possible carcinogenic effects but in respect of which the available information is not adequate for making a satisfactory assessment) pada R40 (Limited evidence of a carcinogenic effect).

Menurut daftar yang dikeluarkan oleh International Agency for Research on Cancer (IARC), senyawa timbal inorganik seperti Lead Acetate termasuk dalam golongan 2A (the agent (mixture) is probably carcinogenic to humans). IARC menyimpulkan bahwa terdapat bukti terbatas karsinogenisitas timbal inorganik pada manusia dan terdapat cukup bukti karsinogenisitas Lead Acetate pada hewan percobaan. Menurut laporan National Toxicology Program, disimpulkan bahwa senyawa timbal inorganik Reasonably anticipated to be a human carcinogen. Paparan timbal dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru, lambung dan kandung kemih pada manusia. Pada pada hewan percobaan, Lead Acetate menyebabkan kanker ginjal dan leukemia.

Terdapat perbedaan regulasi tentang Lead Acetate pada negara yang berbeda. Eropa,  Kanada dan ASEAN melarang penggunaannya dalam kosmetika sementara Amerika Serikat memperbolehkannya dengan pembatasan kadar.

Di Amerika Serikat, Lead Acetate merupakan bahan pewarna yang diperbolehkan oleh FDA. Kadar maksimum Lead Acetate yang diperbolehkan adalah 0,6% (dihitung sebagai timbal, b/v), hanya boleh digunakan untuk mewarnai rambut di kulit kepala dan tidak boleh untuk mewarnai kumis, alis, bulu mata, maupun rambut di bagian tubuh lainnya. Lead acetate diizinkan digunakan oleh FDA karena berdasarkan penilaian data keamanan, termasuk data uji klinik, penggunaan Lead Acetate pada kondisi terkontrol tidak meningkatkan kadar timbal dalam darah. Dalam penelitian tersebut, timbal tidak menunjukkan dapat diabsorpsi melalui penggunaan sebagai pewarna rambut.

Sementara itu, Eropa melarang Lead Acetate karena senyawa toksik pada reproduksi kategori 1 tidak seharusnya sengaja ditambahkan dalam kosmetika. Selain itu terdapat indikasi bahwa meskipun penggunaan Lead Acetate dalam pewarna rambut tidak meningkatkan kadar timbal dalam darah secara bermakna, ada kemungkinan Lead Acetate diserap secara transappendageal melalui kelenjar keringat dan folikel rambut dimana sebagian besar senyawa yang diserap terdeposit pada cairan ekstraseluler, bukan darah. Selain itu, Lead Acetate mewarnai rambut melalui reaksi dengan protein rambut kita menjadi senyawa Lead Sulfide yang berwarna gelap. Oleh karena itu, senyawa Lead Sulfide ini akan terus menerus ada di rambut dalam jangka waktu yang lama.

Aku pernah membuat Kajian Ilmiah mengenai Lead Acetate.
Jika tertarik, dapat didownload disini

Mata nee!

Reactions:

0 comments:

Post a Comment