Wednesday, February 29, 2012

TABIR SURYA

Mengingat Indonesia adalah negara tropis, ada baiknya kita mengenal tentang tabir surya. Ok?

Tabir surya adalah suatu zat atau material yang dapat melindungi kulit terhadap radiasi sinar UV matahari. Sinar UV mempunyai manfaat dalam membantu sintesa Vitamin D dan membunuh bakteri, namun paparan sinar UV yang terlalu banyak akan membawa dampak buruk bagi kulit manusia, yaitu:
  1. kulit terbakar (sunburn),
  2. penggelapan kulit, 
  3. merusak kulit dan menyebabkan noda-noda gelap pada kulit,
  4. penuaan pada kulit dan membuat kulit menjadi keriput,
  5. merusak DNA dari sel kulit, dan akhirnya menjadi kanker kulit (terutama UV B).
Berdasarkan cara kerjanya, tabir surya dapat dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Tabir surya kimiawi
    Bekerja secara kimiawi dengan menyerap sinar UV agar tak menyerang sel kulit hidup.
    Dibagi 2 berdasarkan tipe radiasi yang dilindungi :
    a. Penyerap UV A
        Bahan-bahan kimia yang menyerap radiasi pada daerah 320-360 nm.  
        Contohnya : Benzophenone dan avobenzone.
    b. Penyerap UV B
        Bahan-bahan kimia yang menyerap radiasi pada daerah 290-320 nm.  
        Contohnya : Octyl salisilat dan octyl methoxycinnamate.

2. Tabir surya fisik
    Bekerja secara fisik dengan memantulkan sinar UV. 
    Contohnya Zinc Oxide dan Titanium Dioxide.

Sediaan kosmetika tabir surya terdapat dalam bermacam-macam bentuk misalnya losion untuk dioleskan pada kulit, krim, salep, gel atau spray yang diaplikasikan pada kulit, bentuk stick (batangan) untuk dipakai di bibir, hidung dan kelopak mata.

Kandungan tabir surya biasanya dinyatakan dalam label dengan kekuatan SPF (Sun Protecting Factor). Nilai SPF terletak diantara kisaran 2 – 60, angka ini menunjukkan seberapa lama produk tersebut mampu melindungi kulit bila dibandingkan dengan tidak memakai tabir surya. Sediaan kosmetika boleh mengklaim dapat melindungi dari sinar UV bila SPFnya tidak kurang dari 6.
SPF tersebut diklasifikasikan sebagai berikut:
· SPF rendah (low) : SPF 6 – 10
· SPF sedang (medium) : SPF 15 – 25
· SPF tinggi (high) : SPF 30 – 50
· SPF sangat tinggi (very high) atau untuk kondisi ekstrim : SPF 50+

Seorang pemakai dapat menentukan durasi dari keefektifan produk secara sederhana dengan mengalikan angka SPF dengan lamanya waktu yang diperlukan untuk membuat kulitnya terbakar bila tidak memakai tabir surya. Misalnya A, normalnya dia akan menderita terbakar kulitnya dalam waktu 10 menit bila berada dibawah terik matahari tanpa menggunakan tabir surya. Maka bila A menggunakan tabir surya dengan SPF 15 maka dia akan terlindungi dari kulit terbakar selama 150 menit (10 menit kali SPF 15).

Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kulit terbakar bila tanpa menggunakan tabir surya berbeda untuk tiap-tiap individu. Hal ini dipengaruhi oleh jenis kulit atau faktor ras seseorang. Orang yang berkulit gelap lebih tahan terhadap sinar matahari dibandingkan dengan orang yang berkulit terang. Pada kulit berwarna terdapat banyak sel pigmen yang disebut melanin. Melanin ini merupakan sunblock alami yang dapat menyerap radiasi sinar UV terutama UV A dan UV B. Oleh karena itu pada orang yang berkulit gelap, waktu yang dibutuhkan kulit  untuk menjadi terbakar bila tidak memakai tabir surya lebih lama dibandingkan dengan orang yang warna kulitnya lebih terang. Namun sebagian besar terjadinya sunburn dapat dicegah dengan penggunaan tabir surya SPF 15.


Saran penggunaan sediaan tabir surya:
  • Gunakan 15-30 menit dalam jumlah yang cukup sebelum kulit terpapar sinar matahari. 
  • Bagi orang yang aktivitasnya di bawah sinar matahari penggunaan tabir surya dapat dilakukan secara berulang-ulang, misalnya pada saat olah raga tenis lapangan, berenang ataupun berjemur di pantai.
  • Pengolesan krim tabir surya sebaiknya merata pada daerah-daerah yang tidak terlindungi oleh pakaian atau kemungkinan terpapar sinar matahari
  • Bagi wanita yang akan menggunakan tata rias, biarkan tabir surya menempel di kulit wajah 15 menit sebelum pemakaian pelembab dan tata rias lainnya.
  • Pakailah tabir surya yang dapat melindungi dari sinar UV A maupun UV B dengan SPF minimal 15.
  • Sesuaikan bentuk sediaan tabir surya dengan jenis kulit wajah:
          1. Kulit berminyak/berjerawat
              Pilihlah tabir surya yang tidak berbahan dasar minyak
          2. Kulit sensitif
              Pilihlah tabir surya yang tidak mengandung wewangian
          3. Kulit normal dan kering
              Pilihlah tabir surya yang mengandung pelembab
  • Tabir surya tidak melindungi 100% dari sinar UV matahari. Oleh karena itu, hindarilah beraktivitas di bawah matahari diatas jam 11 pagi hingga jam 3 siang. 
  • Jangan terlalu lama terpapar sinar matahari, meskipun menggunakan sediaan tabir surya 
  • Jangan menyimpan tabir surya di tempat yang panas karena dapat merusak zat aktifnya
Semoga bermanfaat \(*0^)/

    Reactions:

    0 comments:

    Post a Comment