Sunday, September 16, 2012

Alpha Hydroxy Acids dalam Kosmetika

Alpha Hydroxy Acids (AHA) merupakan bahan yang banyak terkandung dalam kosmetika, terutama dalam sediaan anti-aging, pelembab dan pencerah kulit. Bahan ini diklaim memberikan berbagai manfaat bagi perawatan kulit, terutama karena efeknya yang dapat mengangkat sel kulit mati. Tapi apa sich sebenarnya AHA itu? Ayo baca tulisanku berikut ini!

AHA bukanlah nama dari 1 senyawa tetapi golongan senyawa yang merupakan asam lemah organik dimana gugus karboksilatnya berjarak 1 atom C dari gugus hidroksilnya (Apa itu gugus karboksilat dan apa itu gugus hidroksil? Silahkan buka2 buku kimianya zaman dulu ya. He he he). Senyawa-senyawa ini berbeda dalam panjang rantai karbonnya. Glycolic acid (asam glikolat) merupakan AHA dengan panjang rantai terpendek, yaitu terdiri dari 2 atom karbon sementara Lactic acid (asam laktat) terdiri dari 3 atom karbon. Kedua senyawa ini merupakan AHA yang paling banyak dipakai dalam kosmetika karena murah dan mudah didapat.

Kebanyakan AHA dapat diperoleh dari bahan alami selain juga disintesis di laboratorium. Glycolic acid terdapat dalam ekstrak tebu, Lactic acid dari yogurt, Citric acid (asam sitrat) dari ekstrak lemon (makanya banyak pencerah kulit yang memakai ekstrak lemon. Mengandung vitamin C dan AHA sich), Malic acid (asam malat) dari ekstrak apel, dan Tartaric acid (asam tartrat) dari ekstrak anggur. Buah-buah yang berasa asam seperti strawberry dan buah berry lainnya dikabarkan juga mengandung AHA. Oleh karena itu jangan heran jika ekstrak-ekstrak tadi banyak digunakan dalam kosmetika.

Ga cuma enak dimakan. Buah-buah ini juga mengandung AHA
yang dapat  membantu membuat kulit jadi lebih cantik

AHA diklaim dapat memperhalus kulit, membuat kulit tampak lebih muda, membantu mengurangi keriput, menyamarkan noda dan membantu memperbaiki penampilan kulit secara keseluruhan. Hal ini karena AHA diklaim dapat mengangkat sel kulit mati sehingga yang tampak adalah sel-sel kulit muda dibawahnya.  Kadar AHA pada produk yang diperbolehkan untuk digunakan langsung oleh konsumen adalah di bawah 10%.

Sebenarnya, pada kadar yang rendah AHA dapat melemahkan ikatan antara sel-sel korneosit pada stratum korneum karena sifatnya yang merupakan asam lemah. Oleh karena itu, sel-sel pada lapisan kulit paling atas menjadi lebih gampang lepas dan mudah dibersihkan. Pada kadar tinggi, barulah AHA dapat memberikan efek dramatis. AHA dengan kadar tinggi ini biasa digunakan di klinik kecantikan, bukan untuk penggunaan sehari-hari oleh konsumen. Perawatan menggunakan AHA kadar tinggi ini lebih beken dengan nama chemical peeling (CP).  Perawatan kecantikan menggunakan kadar AHA yang sangat tinggi hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis kulit untuk mencegah kulit terbakar. Efek dari AHA kadar tinggi adalah pengelupasan sel-sel epidermis dari dermis yang disebut epidermolysis.

Ada beberapa hal yang ingin aku tekankan tentang penggunaan AHA dalam kosmetika. Iklan dan promosi yang gencar dilakukan oleh industri kosmetika sering membuat konsumen tidak mendapatkan informasi yang berimbang dan membuat konsumen memiliki pemahaman yang salah. Hal-hal tersebut adalah:

  • Jangan membenci sel-sel kulit mati yang terdapat pada epidermis kulitmu karena sebenarnya kita juga membutuhkannya! 
Promosi AHA membuat konsumen mendapatkan pemahaman bahwa sel-sel kulit mati di epidermis membuat kulit tampak jelek sehingga kalau bisa semua sel kulit mati tersebut dihilangkan saja. Memang sich penumpukan sel kulit mati ini harus dibersihkan agar kulit terlihat segar dan bercahaya. Tetapi sesungguhnya sel-sel tersebut melindungi kita dari pengaruh buruk sinar matahari karena mereka menahan sinar UV sehingga tidak dapat mencapai dermis. Ketika kita terlalu sering menggunakan AHA, terutama AHA kadar tinggi, sesungguhnya kita sedang melemahkan pertahanan kulit kita dari sinar UV. Apa akibatnya? Sinar UV tersebut dapat masuk ke dermis kulit kita dan hal ini dapat memicu kerusakan kulit bagian dalam sehingga dapat menimbulkan flek-flek hitam di kulit wajah di kemudian hari. Ada kemungkinan juga timbul kanker kulit akibat paparan sinar UV lho! (Ini ga nakut-nakutin. Cuma mengemukakan kemungkinan yang bisa terjadi).

  • Selalu gunakan tabir surya dan lindungi kulitmu dari sinar matahari selama memakai AHA dan seminggu sesudahnya!
Seperti yang sudah kujelaskan di atas, penggunaan AHA membuat kita lebih rentan terhadap bahaya sinar UV. Selain itu, menurut penelitian AHA dapat menyebabkan kulit kita menjadi sensitif terhadap sinar matahari, jadi lebih gampang terbakar. Hal yang penting selama menggunakan AHA adalah hindari kontak dengan sinar matahari dan lindungi kulit dengan menggunakan topi atau pakaian.

Seberapa serius sich masalah ini? Seberapa wajib kita memakai tabir surya? Cukup serius sehingga FDA di AS dan BPOM di Indonesia mewajibkan semua produk AHA mencantumkan peringatan tentang hal ini, kecuali pada produk AHA yang juga mengandung tabir surya. Kenapa sampai seminggu sesudah berhenti memakai produk menggandung AHApun harus tetap menggunakan tabir surya? Karena AHA mengangkat lapisan sel kulit mati sehingga meskipun kita telah berhenti memakai, tidak serta merta kulit kita langsung tidak sensitif terhadap sinar matahari. Kulit kita dianggap perlu waktu sekitar seminggu untuk memiliki lapisan sel kulit mati yang membuat kita tidak terlalu sensitif terhadap sinar matahari.

  • AHA, terutama dalam konsentrasi yang tinggi dapat menimbulkan berbagai macam efek samping. Jika mengalaminya, segera hentikan pemakaian!
Penggunaan AHA dapat menimbulkan efek samping dan reaksi hipersensitif seperti kemerahan, gatal-gatal, rasa terbakar, perih, bahkan sampai bengkak pada kulit. Segera hentikan pemakaian jika terjadi reaksi tersebut.

Oke. Sekian dulu informasi dariku. Semoga artikel ini bermanfaat ^^.

Reactions:

5 comments:

  1. Apakah pemakaian aja bisa menimbulkan jerawat?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya, efek samping AHA yang paling sering terjadi adalah kemerahan, gatal, perih, iritasi, sensitif terhadap matahari dan kulit mengelupas. Tampakny AHA tidak menimbulkan jerawat, bahkan sering digunakan dalam anti-acne sebagai bahan untuk membantu menyamarkan noda bekas jerawat. Tapi untuk individu sensitif yang mengalami iritasi akibat pemakaian AHA bisa saja membuat kulit berjerawat. Kulit yg teriritasi lebih mudah berjerawat.

      Delete
  2. Makasih banyak kakak.... Bermanfaat banget infonya.

    ReplyDelete
  3. saya pakai lightening cream W****h step 2 tanpa pakai yang step 1 sebelumnya karena tidak tahu. ternyata kandugan AHA di cream step 2 itu dua kali lebih banyak dari step 1. setelah 2x pemakaian dikulit saya muncul bintik bintik merah. cara mengatasi efek itu gimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika mengalami efek samping berupa bintik-bintik merah di wajah, berarti kulitnya sensitif terhadap AHA atau mengalami iritasi akibat pemakaian AHA. Biasanya dengan menghentikan pemakaian, beberapa hari kemudian bintik tersebut hilang sendiri

      Delete