Tuesday, September 4, 2012

Cara Membaca Komposisi pada Kemasan Kosmetika

Banyak sekali kebijakan dan peraturan yang dirancang untuk melindungi dan memudahkan konsumen. Salah satunya adalah kewajiban produsen untuk mencantumkan semua bahan-bahan penyusun kosmetika (komposisi) pada label. Komposisi kosmetika merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan saat memilih kosmetika. Sayangnya, sebagian orang masih tidak memperdulikan hal ini. Padahal kewajiban pencantuman komposisi kosmetika tentu saja ada maksudnya. Banyak informasi yang dapat kita peroleh hanya dengan melihat komposisi saja.  Dengan mengetahuinya, konsumen dapat memilih kosmetika secara cerdas. Berikut ini akan aku berikan beberapa informasi seputar komposisi kosmetika yang harapannya dapat bermanfaat bagi konsumen. ^o*. Let's go!


Contoh komposisi produk kosmetika
  • Bahan-bahan yang dicantumkan dalam komposisi kosmetika ditulis menggunakan Nama INCI (International Nomenclature of Cosmetic Ingredients). Ada baiknya konsumen mulai belajar Nama INCI dari bahan-bahan tertentu terutama bahan-bahan yang sering menimbulkan alergi.
  • Bahan yang berasal dari tumbuhan atau ekstrak tumbuhan ditulis nama genus dan spesiesnya. Contohnya adalah Citrus Medica Limonum extract, yang artinya produk tersebut mengandung ekstrak lemon. Contoh lainnya adalah Camellia Sinensis Leaf Extract, yang artinya produk mengandung ekstrak daun teh.
  • Bahan-bahan dalam komposisi kosmetika diurutkan mulai dari kadar terbesar sampai kadar terkecil, kecuali bahan dengan kadar kurang dari 1% boleh ditulis tidak berurutan. Jika memakai contoh pada gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa bahan yang paling banyak terdapat dalam kosmetika tersebut adalah water (air), disusul Stearic Acid (asam stearat, suatu asam lemak yang biasa dipakai sebagai surfaktan sekaligus bahan pelembab), Cyclopentasiloxane (siklopentasiloksan, suatu pelembab), Niacinamide (lebih dikenal sebagai Provitamin B3, digunakan untuk membuat kulit tampak lebih cerah) dan seterusnya. 
  • Bahan pewarna dapat ditulis tidak berurutan setelah bahan lain dengan menggunakan nomor Indeks Pewarna (Color Index/CI) atau nama bahan pewarna untuk yang tidak mempunyai nomor CI. Jadi jika menemukan kata-kata seperti CI 14700, CI 77289, dll, berarti itu merupakan pewarna yang dipakai dalam kosmetika tersebut.
Berikut adalah beberapa bahan aktif yang biasa digunakan produsen untuk membuat klaim dari kosmetika. Misalnya, suatu krim yang mengatakan dapat mencerahkan kulit karena mengandung bahan aktif tertentu. Jangan sampai setelah dicek komposisinya, ternyata bahan aktif tersebut berada pada urutan paling belakang alias kadarnya paling kecil >.<. Jika begitu, bisa-bisa sebenarnya produk tersebut tidak berefek. He he he. Oke. Here we go!

  • Provitamin B3
Niacinamide yang lebih dikenal sebagai provitamin B3 merupakan senyawa amida dari Niacin (Vitamin B3). Bahan ini dapat digunakan dalam perawatan kulit berjerawat karena memiliki efek mengurangi peradangan. Selain itu juga dapat digunakan sebagai pencerah kulit.

  • Vitamin C
Vitamin C, dalam komposisinya ditulis sebagai Ascorbic Acid. Kosmetika yang mengklaim mengandung vitamin C bisa juga mempergunakan turunan vitamin C seperti Sodium Ascorbyl Phosphate, Ascorbyl Glucoside, Ascorbyl Stearate, dll.

  • Vitamin E
Pastikan kosmetika yang mengklaim mengandung Vitamin E mencantumkan bahan Tocopheryl Acetate, Tocopherol, Tocopheryl Phosphate, dsb.

  • Vitamin B6
Dalam komposisi biasa ditulis sebagai Pyridoxine HCl.

  • AHA (Alpha Hydroxy Acids)
Biasa terdapat sebagai Lactic Acid, Glycolic Acid, Malic Acid, atau Citric Acid.

  • Tabir Surya
Ada banyak bahan yang dapat bersifat sebagai tabir surya. Yang banyak digunakan antara lain adalah Octyl methoxycinnamate, Zinc oxide, Titanium dioxide, Butyl methoxy dibenzoylmethane, Benzophenone-3, dan lain-lain. Dalam kosmetika, tabir surya biasanya digunakan secara kombinasi untuk menghasilkan perlindungan yang lebih maksimal terhadap UV A dan UV B. Keterangan lebih lengkap mengenai tabir surya dapat dibaca disini.

  • Ekstrak Kulit Beras
Biasa ditulis dalam komposisi sebagai Oryza Sativa Bran Extract.

Tentu masih banyak lagi yang lainnya. Produk kosmetika banyak mengklaim mengandung bahan-bahan dengan efek-efek tertentu. Bahan atau kombinasi bahan tersebut sering diberi sebutan yang fantastis dan klaim yang hiperbolis padahal mungkin sebenarnya merupakan bahan-bahan yang biasa terdapat dalam produk kosmetika lainnya.

Kusarankan untuk sering-sering mencari tahu tentang bahan-bahan yang tertera pada komposisi di label kosmetika kalian. Dengan mengetahui tentang fungsi, manfaat dan efek tidak diinginkan dari bahan-bahan kosmetika tersebut, kalian dapat membuat keputusan tentang kosmetika mana yang kira-kira cocok, memberikan hasil yang diharapkan dengan harga yang sesuai.  Misalnya, beberapa bahan kosmetika seperti mineral oil dapat menyumbat pori dan menyebabkan jerawat. Jika kulit kalian mempunyai kecenderungan untuk berjerawat, jangan menggunakan kosmetika yang mengandung mineral oil pada wajah. Beberapa bahan seperti pewangi sintetis dan minyak atsiri dapat menyebabkan iritasi pada kulit, bersin-bersin dan pusing sehingga biasanya orang dengan kulit sensitif disarankan memakai produk kosmetika tanpa bahan pewangi.

Sekian dulu ya. Jika ada waktu, aku akan memberikan informasi lainnya tentang bahan kosmetika. As usual, semoga informasi ini bermanfaat bagi kalian semua ^o^. Mata nee!

Reactions:

3 comments:

  1. Bermanfaat bgt infonya... thx ya

    ReplyDelete
  2. makasih banget info nya lhooo :D
    Go Check ma blog yaaaww at My Dellilah

    ReplyDelete