Monday, September 17, 2012

Mengapa Rasa Itu Mesti Ada?

Hari ini aku mengubek-ubek catatan-catatanku. Apa pasalnya? Tak lain dan tak bukan adalah karena permainan yang sedang kumainkan bersama sahabat-sahabat baikku. Kadang-kadang omongan kami suka ngalor ngidul tak tentu rimbanya dan tiba-tiba berakhir dengan hal-hal yang tak terduga. Seperti kemarin. Awalnya ngebahas soal mimpi. Tiba-tiba ngomongin apa yang kami baca. Trus ngomongin apa yang ingin kami tulis. Ujung-ujungnya membahas kisah-kisah seru kami waktu sekolah dan isi diari. Berhubung kami sebagian besar emang hobi nulis puisi, diari kamipun sering berisi puisi-puisi cinta. He he he. Akhirnya diputuskan. It's been decided. We're gonna challenge ourself to make a poem, just like when we're in Senior High School!!!

Dalam usahaku mencari ide setelah pulang lembur dari kantor, mulailah ku ubek-ubek catatan lamaku di laptop and voila! Aq menemukan puisi ini! Bukan puisi yang bagus menurut standarku. Secara puisi ini sepertinya kutulis setahun yang lalu dan terus terang selama ini aku tidak pernah menekuni kegiatan membuat puisi lagi sehingga puisinya jadi rada-rada aneh gimana geetooh.. He he he. Ahhh... And here it is!


Mengapa Rasa Itu Mesti Ada

Mengapa rasa itu mesti ada?
Tanyaku pada rembulan
Dia hanya tersenyum tersipu
Sebelum melarikan diri ke balik lindungan awan kelabu

Mengapa rasa itu mesti ada?
Tanyaku pada bintang
Dia balik menantang
"Apa pedulimu?"

Karena rasa itu derita
Karena rasa tak hanya melahirkan suka tapi juga beranak duka

Karena rasa membuat tersenyum
Tertawa
Kecewa
Sedih
Marah
Cemburu buta
Emosi jiwa

Karena rasa …...

"Memangnya apa peduliku?", putus sang bintang berlalu

Dan akupun bertanya pada bumi
Mengapa rasa itu mesti ada?

"Kenapa tak kau tanya saja padaNya? Pada Dia yang memberikanmu rasa?"

Karena rasa itu ada
Untukmu
Untukku
Untuk kita
Untuk semua

Tanpa rasa
Semesta tak berwarna
Hidup tak bercahaya
Semua hampa

What do you think about this poem?

Reactions:

0 comments:

Post a Comment