Wednesday, November 14, 2012

Akun You Tube Pemda DKI

Belakangan ini aku lagi kecanduan nonton. Bukan kecanduan video-video lucu, musik, atau variety show yang seabrek jumlahnya di Youtube seperti yang biasanya terjadi padaku, tapi kecanduan nonton akunnya Pemda DKI. Nah lho, kok bisa? Soalnya video-video yang diunggah ke akun Pemda DKI tersebut adalah video kegiatan Pak Jokowi-Ahok setiap harinya. He he he. Pertama kali ketemu videonya di Youtube, aku langsung kaget. Gila, nie Pemda Jakarta transparan banget yach. Tiap isi rapat-rapatnya bisa distreaming dan disaksikan oleh seluruh dunia. Kira2 apa pendapat masyarakat kalau isi tiap rapat koordinasi pimpinan di tempatku bisa ditonton di internet? Mari langsung ke TKP! Ini contoh-contoh videonya!

Wakil Gubernur Jakarta mengunjungi sekolah unggulan  MH Thamrin 

Wakil Gubernur Jakarta mendengarkan paparan dinas PU


Gubernur Jakarta Mengunjungi Manggarai

Gubernur Jakarta Meninjau SDN 3 Rawamangun yang ambruk

Jika melihat dari video-video tersebut, bisa dibilang Pak Jokowi dan Pak Ahok melakukan pembagian tugas yang apik. Kegiatan meninjau dan bertemu langsung dengan masyarakat dilakukan oleh Pak Jokowi sementara kegiatan untuk mengatur birokrasi DKI Jakarta dilakukan oleh Pak Ahok. Sesuatu yang menurutku tepat dan menyesuaikan dengan karakter mereka masing-masing. Pak Jokowi yang sabar dan santun pastinya lebih cocok untuk kegiatan bertemu dengan masyarakat dan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya. Sementara itu Pak Ahok yang tegas memang cocok untuk menata birokrasi yang amburadul. Walaupun dalam suatu media online aku pernah baca bahwa beberapa pejabat eselon di DKI mengeluhkan sikap "galak" Pak Ahok ke Pak Jokowi. wkwkwk. Ada juga beberapa suara sumbang yang beranggapan kalau ini cuma pencitraan Jokowi-Ahok saja. He he he. Menurut pendapatku, pencitraan ataupun tidak, yang penting kita lihat hasil kinerjanya nanti. Masalah transparansi ini menurutku merupakan suatu langkah maju yang layak untuk diapresiasi. DIPA DKI Jakarta yang katanya akan diupload ke internet sehingga dapat dilihat dan dikritisi semua pihak merupakan suatu langkah berani yang aku yakin sebagian besar lembaga kementerian maupun non kementerian pasti keberatan untuk melakukannya. Dan yang paling penting adalah partisipasi dari warga Jakarta sendiri. Ada yang bilang, bagusnya suatu kota adalah sebagus warga yang menempatinya. Jadi warga Jakarta juga harus mendukung Gubernur dan Wakil Gubernurnya. Kalau tidak, perubahan yang diinginkan akan sulit tercapai. Satu hal lagi yang kuperhatikan, Pak Jokowi itu tampaknya sangat disayangi oleh warganya. Wah wah wah. Bagaimana menurut kalian?

Reactions:

0 comments:

Post a Comment