Monday, December 10, 2012

Logam Berat dalam Kosmetika

Isu mengenai logam berat dalam kosmetika merupakan hal yang sering sekali muncul di internet sehingga aku tertarik untuk membahasnya. Apa itu logam berat? Kenapa dia bisa ada dalam kosmetika? Seberapa besar sich bahayanya bagi kesehatan kita? Jika ingin tau lebih jauh, baca tulisanku berikut ini ya!


Pertama-tama, apa sich logam berat itu? Sebenarnya tidak ada definisi yang pasti. Tetapi densitas/kepadatan merupakan faktor penentu suatu logam digolongkan sebagai logam berat, yang secara umum > 5 g/cm3. Aku merangkum logam berat yang dilarang dalam kosmetika beserta batas cemarannya, jika ada, ke dalam tabel di bawah ini. Harap diingat bahwa regulasi kosmetik di tiap negara itu berbeda-beda lho! (mengenai kenapa regulasi itu bisa berbeda di tiap negara, akan kutulis di postingan yang lain. Tunggu ya!).

No
Logam
 Berat/ Negara
ASEAN
USA (FDA)
Kanada
EU
Jerman
Jepang
1
Timbal
≤20 ppm.

Belum ada batas cemaran timbal dalam kosmetika, tetapi terdapat peraturan tentang batas cemaran timbal dalam spesifikasi bahan pewarna yang diizinkan, secara umum tidak melebihi 20 ppm.
Direncanakan  ≤10 ppm.
Dilarang
≤ 20 ppm;
≤1 ppm untuk pasta gigi
Belum ada batas cemaran timbal dalam kosmetika, tetapi terdapat aturan untuk batas cemaran timbal dalam tiap bahan kosmetika sebagaimana yang tercantum dalam Japanese Standards of Cosmetic Ingredients.
2
Merkuri
≤ 1 ppm
< 1 ppm
Direncanakan  ≤ 3 ppm.
Merkuri dilarang dalam kosmetika, kecuali untuk bahan phenylmercury yg berfungsi sebagai pengawet
≤ 1 ppm;
≤0,2 ppm untuk pasta gigi
Dilarang
3
Arsen
≤ 5 ppm

Direncanakan  ≤3 ppm.
Dilarang
≤ 5 ppm;
≤0,5 ppm untuk pasta gigi
Belum ada batas cemaran arsen dalam kosmetika, tetapi terdapat aturan untuk batas cemaran timbal dalam tiap bahan kosmetika sebagaimana yang tercantum dalam Japanese Standards of Cosmetic Ingredients
4
Kadmium
Dilarang

Direncanakan  ≤3 ppm.
Dilarang
≤ 5 ppm;
≤0,1 ppm untuk pasta gigi
Dilarang
5
Nikel
Dilarang

-
Dilarang
-
-
6
Krom
Dilarang

-
Dilarang
-
-
7
Timah
-

-
-
-
-
8
Beryllium
Dilarang

-
Dilarang
-
-
9
Thallium
Dilarang

-
Dilarang
-
-
10
Zirconium
Dilarang, kecuali untuk bahan aluminium zirconium chloride hydroxide complexes serta garam, lakes dan pigmen zirconium dari bahan pewarna yang diizinkan

-
Dilarang, kecuali untuk bahan aluminium zirconium chloride hydroxide complexes serta garam, lakes dan pigmen zirconium dari bahan pewarna yang diizinkan
-
Dilarang pada sediaan aerosol
11
Neodymium
Dilarang

-
Dilarang
-
-
12
Tellurium
Dilarang

-
Dilarang
-
-
13
Antimony
Dilarang

Direncanakan  ≤5 ppm.
Dilarang
≤ 10 ppm;
≤ 0,5  ppm untuk pasta gigi
-
14
Selenium
Dilarang, kecuali selenium disulfide

-
Dilarang, kecuali selenium disulfide
-
Dilarang

Sering sekali muncul isu tentang keberadaan logam berat dalam kosmetika. Isu timbal dalam lipstik, isu merkuri dalam bedak, dll. Tiap logam berat memiliki bahayanya tersendiri dan sifatnya juga berbeda-beda sehingga akan lebih baik jika aku bahas sendiri-sendiri (Just wait for it ^^). Meskipun demikian, ada beberapa hal yang ingin aku tekankan disini:
  1. Paparan terhadap logam berat tidak hanya berasal dari kosmetika. Bisa dibilang, paparan logam berat dari kosmetika jumlahnya kecil dibandingkan sumber lain (mungkin kecuali merkuri, mengingat masih banyak yang menyalahgunakan merkuri dalam kosmetika). Merkuri masih digunakan dalam penambangan emas, senyawa arsenik (yang disebut dengan chromated copper arsenate) masih diperbolehkan menjadi pengawet kayu, kadmium dimanfaatkan untuk batere dan terdapat dalam asap rokok, timbal pernah digunakan sebagai bahan tambahan dalam BBM dan meskipun penggunaannya dalam bensin kini telah dilarang oleh sebagian besar negara di dunia, tetapi paparannya masih ada. Intinya, masih banyak yang harus kita lakukan untuk meminimalkan paparan logam berat terhadap manusia.
  2. Logam berat merupakan unsur yang terdapat secara alami di kerak bumi. Tak mengherankan jika unsur2 ini dapat dijumpai dimana-mana (tanah, air, udara) meskipun dalam jumlah yang sangat sangat kecil (dalam hitungan ppm atau part per milion).  Kosmetika yang rentan mengandung logam berat adalah kosmetika yang mengandung pewarna (seperti lipstik, eye shadow, dll) dan yang mengandung mineral (mineral make-up). Kenapa demikian? Karena pigmen/pewarna yang digunakan dalam kosmetika biasanya merupakan partikel yang diambil dari bumi (tanah atau tanah liat tak berwarna) dan diwarnai dengan senyawa pewarna. Demikian pula, mineral merupakan bahan yang biasanya diambil dari tanah. Oleh karena itu, keberadaan logam berat dalam jumlah sangat sangat kecil (trace) dalam kosmetika merupakan hal yang tidak dapat dihindari tetapi dapat diminimalkan dengan menerapkan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB). Pemerintah telah menetapkan batas logam berat yang diperbolehkan dalam kosmetika. Seberapa besar? Well, batasnya berbeda-beda untuk tiap logam berat. Untuk merkuri misalnya, batasnya adalah 1 ppm. Jumlah ini setara dengan 1 ml merkuri dalam 1 tangki Pertamina 1000 L (Woah.. Bisa dibayangkan? Jika diibaratkan bahwa kosmetika yang kita pakai adalah sebanyak 1 tangki minyak Pertamina 1000 L, maka merkuri yang diizinkan ada dalam kosmetika itu cuma 1 ml saja. Jumlah 1 ml ini dalam farmasi setara dengan 20 tetes air). Dalam batas ini, diperkirakan merkuri tidak memiliki risiko yang berarti bagi kesehatan. 
  3. Kosmetika dengan bahan natural belum tentu tidak mengandung logam berat. Jangan salah sangka. Aku adalah penggemar kosmetika dari bahan alam. Tapi aku menyayangkan beberapa produsen kosmetik natural yang mengambil keuntungan dari maraknya isu adanya logam berat dalam kosmetika dengan mengklaim bahwa produk kosmetika konvensional mengandung logam berat sementara produk natural tidak demikian. Aku tidak suka jika ada yang mengiklankan produknya dengan membentuk mindset konsumen ke arah hal yang menyesatkan. Kenapa bisa demikian? Seperti telah aku jelaskan, logam berat dapat ditemukan dalam tanah. Jika suatu daerah tanahnya mengandung logam berat dalam jumlah yang signifikan, maka logam berat ini dapat diserap oleh tanaman dan terakumulasi dalam tanaman tersebut. In fact, terdapat kasus penarikan obat-obat tradisional dari China dan India di Australia gara-gara mengandung logam berat dalam jumlah besar. Usut punya usut, tanaman yang digunakan dalam produk obat tradisional tersebut ternyata tumbuh di tanah yang terkontaminasi logam berat dalam jumlah melebihi batas normal. Do you see my point? Kosmetika yang berasal dari tanaman belum tentu bebas dari logam berat. Satu-satunya yang mesti konsumen percayai adalah jika industri tersebut menerapkan CPKB sehingga cemaran logam beratnya di bawah batas kadar yang diizinkan. Di bawah ini aku sertakan gambar tentang bagaimana manusia bisa terpapar logam berat.
Sekian dulu penjelasan dariku. Semoga informasi ini bermanfaat. \(^o^)/

Reactions:

7 comments:

  1. admin,,artikel yg tabel2 kadar logam mnrt bbrp negara admin dpt dari mana ya?
    tlg dund infonya...lg butuh nih buat penelitian..makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tabel itu aku buat sendiri dan merupakan rangkuman dari berbagai sumber. Klo mau bisa kuemail.

      Delete
  2. mau dund sist,,klo bisa sekalian sama sumbernya ya..makasih

    ReplyDelete
  3. Bisa dicari di Internet kok. Untuk Eropa, aq mengambil dari EU Regulation 1223/2009, untuk US bisa dicari di situs FDA dan untuk Kanada bisa dicari di situs Health Canada. Untuk Jepang, kebetulan aq ada buku JSCInya

    ReplyDelete
  4. Jurnal tentang logam berat juga ada banyak di internet. Silahkan dicari di pubmed.gov dengan kata kunci heavy metal atau kata lain sesuai kebutuhan.

    ReplyDelete