Tuesday, December 11, 2012

Merkuri dalam Kosmetika

This is my 100th post! Yatta!! Well, dalam postingan kali ini aku akan berbagi beberapa informasi ringkas tentang merkuri dalam kosmetika yang sebagian kuambil dari artikel Mercury in skin-lightening products yang diterbitkan oleh WHO. Let's get started!

Kosmetika pencerah kulit (skin-lightening products) digunakan secara teratur oleh sekitar 25-77% wanita di Afrika dan Asia. Di India, 61% pasar kosmetika terdiri dari sediaan untuk mencerahkan kulit. Kosmetika jenis ini sangat populer dan wanita dapat menggunakan produk tersebut secara terus menerus selama 20 tahun! Wow!

Melihat pasar pencerah kulit yang demikian besar itu, tidak heran jika banyak produsen yang memproduksinya. Sayangnya, tidak semua produsen tersebut berniat baik. Merkuri merupakan bahan yang sering disalahgunakan dalam kosmetika pencerah kulit (terutama dalam sabun dan krim) yang diproduksi di banyak negara. FDA dan regulator di Eropa menemukan kosmetika mengandung merkuri buatan Cina, Republik Dominika, Lebanon, Meksiko, Pakistan, Filipina, Thailand dan USA. Di Indonesia pun, penyalahgunaan ini juga cukup marak.



Merkuri
Suatu survei di tahun 2011 menyebutkan bahwa masyarakat di Brazil, Kyrgyzstan, Meksiko dan Rusia menyatakan bahwa kosmetika pencerah kulit yang mengandung merkuri dapat diperoleh dengan mudah. Kosmetika ini banyak diperjualbelikan melalui internet. Jadi hati-hati ya kawan. Produk-produk pencerah kulit dengan klaim yang bombastis kadang suka dipasarkan di internet.

Sebenarnya, kenapa sich Merkuri ini dilarang? Saya pernah bertemu dengan seorang wanita yang memakai krim mengandung merkuri ini dan berdasarkan bincang-bincang saya dengannya, saya menemukan hal yang mengejutkan. Wanita tersebut tidak takut dengan bahaya merkuri! Malah mengatakan, "Ga pa pa dech sakit dikit-dikit. Yang penting kulit saya jadi putih dan cantik dalam waktu singkat". Ow my God! Masalahnya ga cuma kesehatan pemakai krim kosmetik itu sendiri yang terancam lho!! In fact, pemakaian merkuri dalam kosmetika memiliki risiko terhadap kadar merkuri di lingkungan yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kesehatan orang di sekitar lingkungan tersebut! Don't take this lightly girls!

Dalam kosmetika, merkuri dapat ditemukan dalam 2 bentuk yaitu merkuri organik dan inorganik. Merkuri organik seperti thiomersal dan garam phenylmercuric diperbolehkan sebagai pengawet dalam kosmetika yang digunakan di sekitar mata dengan pembatasan kadar sementara yang banyak disalahgunakan dalam kosmetika pencerah kulit adalah merkuri inorganik. Bentuk merkuri inilah yang sangat berisiko terhadap kesehatan.

Efek toksik utama dari merkuri inorganik adalah kerusakan ginjal. Merkuri dalam sediaan pencerah kulit juga dapat mengakibatkan kemerahan pada kulit (skin rashes), perubahan warna kulit yang tidak normal serta berkurangnya ketahanan kulit terhadap infeksi bateri dan jamur. Efek lainnya meliputi kecemasan, depresi, psikosis dan neuropati perifer. Satu kasus dilaporkan terjadi pada wanita Cina berusia 34 tahun yang mengalami sindrom nefrotik yang kadar merkuri dalam darah dan urinnya masing-masing menjadi normal setelah 1 bulan dan 9 bulan berhenti menggunakan krim pencerah kulit. Penelitian lain menemukan proporsi yang besar dari sindrom nefrotik pada wanita Afrika yang memakai krim pencerah kulit mengandung ammoniated mercuric chloride selama 1 bulan hingga 3 tahun.

Masalah besarnya, merkuri dalam kosmetika akan terbuang ke dalam saluran air dan akhirnya mencemari lingkungan. Merkuri dalam air ini akan membentuk senyawa merkuri yang bernama metilmerkuri, mengalir ke sungai, ke laut, dan dapat terakumulasi di ikan laut. Wanita hamil yang mengkonsumsi ikan yang tercemar metilmerkuri dapat mentransfer merkuri ke bayinya yang nantinya dapat menyebabkan gangguan perkembangan saraf pada anak-anak.

Regulasi tentang merkuri dalam kosmetika:
No
            Bahan
Negara
Merkuri dan senyawanya
Garam Phenylmercuric dan Thiomersal
1
Eropa
Dilarang, kecuali untuk Garam Phenylmercuric dan Thiomersal. Tidak diatur tentang batas cemaran dalam kosmetika
Kadar maksimum 0,007%
(70 ppm) dihitung sebagai Hg. Hanya boleh digunakan sebagai pengawet pada make-up mata dan pembersih make-up mata
2
USA
Dibatasi. Senyawa merkuri dapat digunakan sebagai pengawet dalam sediaan yang digunakan di sekitar mata dengan kadar maksimum 65 ppm (dihitung sebagai Hg) dan hanya diperbolehkan jika tidak tersedia pengawet lain yang aman dan efektif untuk sediaan tersebut.
Batas cemaran pada kosmetika lainnya:
< 1 ppm
Kadar maksimum 65 ppm (dihitung sebagai Hg) pada sediaan yang digunakan di sekitar mata
3
ASEAN
Dilarang, kecuali untuk Garam Phenylmercuric dan Thiomersal.  Batas cemaran:
≤ 1 ppm
Kadar maksimum  0,007%
(70 ppm) dihitung sebagai Hg. Hanya boleh digunakan sebagai pengawet pada make-up mata dan pembersih make-up mata
4
Kanada
Dilarang.  Batas cemaran:
≤ 3 ppm
Dilarang

Kosmetika yang mengandung Merkuri berbahaya bagi kesehatan sehingga dilarang di berbagai negara tetapi produk-produk tersebut masih ada, bahkan diiklankan di internet.


Ciri-ciri produk mengandung merkuri dapat ditemukan di link berikut ini, 1 & 2.Intinya, kulit yang memakai produk mengandung merkuri umumnya menjadi putih dalam waktu yang singkat dimana warna putihnya tampak tidak alami.

Jadilah konsumen yang pintar  dan tidak tergoda untuk melakukan sesuatu yang mungkin memberikan hasil memuaskan dalam waktu singkat namun membahayakan dalam jangka panjang. As usual, semoga informasi ini bermanfaat! 

Reactions:

0 comments:

Post a Comment