Thursday, February 21, 2013

Penggunaan Kosmetika di Sekitar Mata

Setelah sekian lama menenggelamkan diri di dunia persilatan ehm... perfilman, akhirnya aku turun gunung lagi untuk menulis artikel tentang kosmetika. Yup, this time aku akan membahas soal salah satu make-up favoritku yaitu make-up yang digunakan di sekitar mata. Tapi disini aku tidak akan menulis soal bagaimana cara membuat mata tampak lebih menarik karena aku bukan ahli tata rias. Jadi aku hanya akan menulis tentang aspek keamanannya dan membagi tips bagaimana memakai kosmetika ini secara aman. Oke? Here we go!



Kosmetika yang digunakan di sekitar mata umumnya dibagi menjadi 2, yaitu:
  1. Produk perawatan. Contohnya krim untuk mencerahkan kulit di sekitar mata, krim anti aging untuk kulit sekitar mata, dll.
  2. Produk rias mata. Contohnya perona mata (eyeshadow), eyeliner, maskara, pensil alis, dll.
Kosmetika yang digunakan di sekitar mata ini relatif memiliki risiko keamanan yang lebih besar dibandingkan kosmetika lainnya seperti risiko infeksi, risiko cedera dari aplikator, dan reaksi alergi. Oleh karena itu, persyaratannyapun berbeda. Batas maksimal cemaran mikroba pada produk ini lebih rendah dan bahan-bahannya pun tidak bisa sembarangan. Banyak bahan yang diperbolehkan untuk kosmetika lainnya tetapi tidak diperbolehkan untuk kosmetika yang digunakan di sekitar mata, terutama untuk bahan pewarna.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan pada penggunaan kosmetika di sekitar mata:
  • Sedapat mungkin cuci tangan sebelum memakainya karena bakteri yang ada di tangan dapat masuk ke mata saat kita mengaplikasikan kosmetika.
  • Pastikan kebersihan setiap alat/aplikator yang digunakan di daerah sekitar mata. Ini penting banget nieh. Karena kalau kotor, besar kemungkinan matamu jadi teriritasi, bahkan kena infeksi.
  • Hindari menggunakan kosmetika ini jika sedang sakit mata atau mengalami infeksi di kulit sekitar mata. Takutnya kosmetika ini bisa memperparah keadaanmu. Bahkan bisa terkontaminasi kuman yang menginfeksi sehingga jika beberapa hari kemudian menggunakan kosmetika yang sama, bisa terjadi infeksi kembali.
  • FDA menyarankan agar maskara hanya digunakan dalam waktu 3 bulan sejak wadahnya dibuka (Wadaw.. Maskaraku udah mau 1 tahun T^T). Usahakan jangan menyimpan kosmetika ini bertahun-tahun karena kemungkinan menumpuknya kuman yang dapat menyebabkan infeksi mata.
  • Buang maskara yang telah kering. Jangan tambahkan air untuk mencairkan maskara karena dapat menumbuhkan bakteri dan mengencerkan pengawet sehingga menjadi tidak efektif untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Ketika memakai atau menghapus kosmetika di sekitar mata, berhati-hatilah untuk tidak menggosok bola mata atau daerah sensitif lainnya.
  • Jangan menggunakan kosmetika lain yang tidak diperuntukkan penggunaannya di sekitar mata, misalnya mengoleskan lip liner sebagai eye liner, atau mengoleskan lip gloss pada kelopak mata. Hal ini dapat mengkontaminasi mata dari bakteri yang ada di mulut atau bahan pewarna yang tidak boleh digunakan untuk daerah sekitar mata.
  • Hindari menggunakannya dalam kendaraan yang sedang berjalan karena risiko kosmetika tersebut mengkontaminasi mata akan lebih besar.
  • Ini kadang sulit, tapi sebaiknya hindari memakai satu kosmetika secara bersama karena dapat terjadi kontaminasi bakteri dengan sesama pengguna kosmetik tersebut.
  • Simpan kosmetika sekitar mata di tempat yang aman pada suhu ruangan dan hindari dari kontaminasi dengan menjaga wadah tetap bersih serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Apabila kosmetika yang digunakan di sekitar mata menyebabkan iritasi, segera hentikan penggunaan. Jika iritasi berlanjut, segera hubungi dokter.
As usual. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian semua. Ja, mata nee!!

Reactions:

0 comments:

Post a Comment