Monday, March 18, 2013

Ketergantungan terhadap Kosmetika. Adakah?

Belakangan ini, aku mendengar beberapa wanita yang mengatakan bahwa beberapa kosmetika dapat menimbulkan ketergantungan. Yang artinya kamu harus terus menerus menggunakan kosmetika itu (yang rata-rata mahal) untuk membuat kulitmu tetap kelihatan cantik. Jika penggunaannya dihentikan, kulitmu akan kembali seperti semula. Hmmm... Kebanyakan kosmetika yang dimaksud oleh mereka adalah kosmetika untuk mencerahkan kulit dan untuk menghilangkan jerawat. Tapi apakah memang benar kosmetika-kosmetika itu bisa menimbulkan ketergantungan? Simak penjelasanku berikut ini!

Benarkah kosmetika menimbulkan ketergantungan?

Mungkin ada baiknya aku bercerita sedikit tentang kosmetika pencerah kulit dan anti jerawat.

Warna kulit setiap orang tidak selalu sama, hal ini disebabkan beberapa faktor yang menentukan warna kulit. Salah satu yang pengaruhnya paling besar adalah melanin yang merupakan pigmen dalam sel kulit dan zat pelindung alami yang menyerap energi dari sinar UV dan mencegah masuknya sinar ke jaringan yang lebih dalam. Melanin dapat dibagi menjadi 2, Eumelanin yang berwarna gelap yang biasanya lebih banyak ditemukan pada orang berkulit gelap dan Pheomelanin yang berwarna pink muda hingga merah. Perbedaan jumlah melanosit (sel pembentuk melanin), kecepatan pembentukan melanin dan jumlah Eumelanin yang dibentuk oleh suatu individu menentukan warna kulit dan rambut kita. Orang yang tinggal di tempat dingin yang jarang ada sinar mataharinya biasanya berkulit lebih putih sementara orang yang hidup di daerah panas biasanya berkulit lebih gelap. Hal ini untuk menjaga keseimbangan antara pembentukan melanin yang melindungi kita dari pengaruh buruk sinar UV dan pembentukan vitamin D yang membutuhkan sinar UV. Secara umum wanita lebih putih daripada pria karena wanita membutuhkan lebih banyak vitamin D saat hamil dan menyusui sehingga dalam evolusi manusia, wanita memiliki lebih sedikit melanosit daripada pria. Rangsangan yang kuat dan terus-menerus, seperti paparan sinar matahari atau lampu, polusi, suhu, serta kelembapan udara, akan menghasilkan radikal bebas yang dapat mengganggu kinerja enzim dan pembentukan melanin tersebut. Hasilnya, terjadilah produksi zat pewarna kulit secara berlebihan, yang disebut hiperpigmentasi. Pembentukan melanin dipengaruhi genetik dan faktor lingkungan, dan warna kulit dipengaruhi antara lain oleh pigmen melanin, struktur fisik (ketebalan) sel epidermis dan sel dermis, stres, haemoglobin, dan faktor lingkungan.

Kosmetika pencerah kulit adalah kosmetika yang mengandung bahan aktif yang dapat menekan atau menghambat pembentukan melanin sehingga diharapkan akan memberikan warna kulit tampak lebih cerah. Mekanisme kerjanya antara lain dengan menghambat aktivitas atau menekan pembentukan enzim tirosinase sehingga memutuskan rantai oksidasi dan mengurangi jumlah melanosit serta dengan memantulkan sinar UV sehingga mengurangi pembentukan melanin.  Ada yang bilang bahwa kosmetika pencerah kulit hanya dapat membuatmu tampak seputih kondisi kulitmu yang tidak pernah terkena sinar matahari. Jika kamu memang dilahirkan berkulit gelap, kosmetika ini tidak akan membuatmu lebih putih lagi (Rihanna tidak akan memiliki kulit seputih Christina Aquilera meskipun memakai kosmetika. Orang Melayupun biasanya tidak bisa seputih orang China). Pembentukan melanin merupakan sesuatu yang dikontrol oleh faktor genetik. Dengan memakai kosmetika pencerah kulit kita bisa mengurangi pembentukan melanin. Tapi jika kosmetika tersebut tidak dipakai lagi maka proses penghambatan pembentukan melanin akan berhenti. Akibatnya, pembentukan melanin akan kembali ke kecepatan dan jumlah semula sehingga warna kulitpun kembali seperti semula. Faktor genetik ini tidak bisa diubah.

Hal yang mirip juga terjadi pada kosmetika anti jerawat. Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi terutama pada remaja. Jerawat disebabkan oleh peradangan kelenjar minyak pada kulit yang dikenal dengan nama kelenjar sebaseus, yang mengandung zat berminyak yang disebut sebum. Ketika saluran kelenjar ini tersumbat oleh lapisan kulit, kotoran atau sekresi lemak maka akan timbul jerawat yang dapat terinfeksi bakteri dan meradang.

Kosmetika anti jerawat biasanya bersifat keratolitik yang dapat meningkatkan pelepasan sel kulit mati dan melembutkan keratin. Hal ini mecegah tersumbatnya kelenjar sebaseus oleh sel-sel kulit mati sehingga mencegah terjadinya jerawat. Ada juga anti jerawat yang bekerja sebagai antiseptik untuk membunuh bakteri penyebab jerawat atau berfungsi mengurangi minyak dan terbentuknya sebum pada wajah. Kulit yang rentan terhadap jerawat biasanya adalah tipe kulit berminyak. Pemakaian kosmetik anti jerawat mengurangi kemungkinan terbentuknya sebum dan sel kulit mati yang berlebihan. Oleh karena itu, jerawat akan kembali muncul jika pemakaiannya dihentikan pada orang dengan tipe kulit yang rentan terhadap jerawat karena kecepatan pembentukan sebum dan penumpukan sel kulit mati akan kembali seperti semula. Meskipun demikian, jerawat merupakan masalah yang sangat kompleks dan melibatkan berbagai macam faktor sehingga sangat jarang bisa dikontrol melalui kosmetika semata.

Dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa beberapa kosmetika bekerja dengan menghambat beberapa proses di epidermis kulit kita dan jika dihentikan akan membuat proses tersebut kembali seperti semula.  Apakah ini bisa disebut ketergantungan? Silahkan dinilai sendiri. Hal yang paling penting untuk membuat kulit indah adalah menjaga pola makan dan hidup sehat. Minum banyak air dan makan banyak buah dan sayuran untuk membuat kulit tampak cantik. You are what you eat! Menjaga kecantikan dari luar tidak akan banyak berguna tanpa menjaga kecantikan dari dalam.

As usual, I hope this article helpful. Semoga ga malah membuat kalian tambah bingung. He he he.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment