Monday, July 8, 2013

Rekomendasi penggunaan Olanzapine Pamoate (Zyprexa Relprevv)

Sejak bulan lalu, FDA menginvestigasi 2 kasus kematian yang tidak dapat dijelaskan pada pasien yang mendapat injeksi i.m Zyprexa Relprevv (Olanzapine Pamoate). Pasien meninggal 3 - 4 hari setelah mendapat injeksi pada rentang dosis yang sesuai setelah dimonitor pada 3 jam post injeksi sesuai dengan Relprevv Risk Evaluation and Mitigation Strategy (REMS). Kadar Olanzapine yang sangat tinggi ditemukan pada darah kedua pasien yang meninggal. Label dari obat ini sendiri mencantumkan peringatan tentang risiko Post-injection Delirium Sedation Syndrome (PDSS) dimana obat dapat terlalu cepat memasuki tubuh pada injeksi intra muskular yang menyebabkan tingginya kadar obat dalam darah.

Olanzapine pamoate yang diinjeksikan secara i.m adalah antipsikotik dengan aksi panjang yang formulasinya didesain untuk melepaskan obat secara perlahan-lahan sehingga memiliki efek selama 2 - 4 minggu. Terdapat risiko peningkatan kadar obat dalam darah yang tinggi jika pelepasan obat yang terjadi di pasien berlangsung terlalu cepat. Karena efek samping serius yang dapat muncul, hanya fasilitas kesehatan dan pasien khusus yang dapat menerima obat ini. Sambil menunggu hasil investigasi, FDA merekomendasikan agar pasien yang menerima obat ini dimonitor sesuai dengan persyaratan REMS dan label obat.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment