Saturday, July 19, 2014

Tips Menghadapi Bencana Banjir

Jika ada yang bertanya, bencana alam apa yang paling banyak menimbulkan korban jiwa, jawaban apa yang ada di dalam benak kalian? Gempa bumi? Letusan gunung berapi? Tsunami? Puting beliung? Badai tropis? Sayang sekali, jawaban yang benar adalah banjir. Iya, banjir. Bencana banjir yang terjadi di China pada tahun 1931 akibat meluapnya beberapa sungai besar menelan korban jiwa hampir 4 juta orang dan merupakan bencana dengan korban jiwa terbanyak di dunia. Bencana dengan jumlah korban jiwa terbanyak kedua adalah banjir akibat meluapnya Sungai Kuning di China pada tahun 1887 yang menelan korban  sekitar 1 juta jiwa. Jadi jelas kita tidak boleh meremehkan bahaya banjir. 

Banjir adalah bencana yang sering terjadi di wilayah Indonesia. Meskipun di Indonesia terkadang tidak menimbulkan banyak korban jiwa, bencana ini tetap saja merusak infrastruktur dan mengganggu stablitas perekonomian masyarakat secara signifikan.


Credit to panaromio.com

Credit to tabloidjubi.com

Karakteristik banjir sangat beragam. Banjir dapat disebabkan karena curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi serapan tanah yang cukup. Atau dapat terjadi dalam bentuk rob atau bandang. Oleh karena itu, kita harus siap untuk mengantisipasi setiap jenis bencana banjir dengan cara sebagai berikut:

Apa yang dilakukan sebelum terjadi banjir
  1. Perhatikan ketinggian rumah Anda dari bangunan yang rawan banjir.
  2. Tinggikan panel listrik.
  3. Hubungi pihak berwenang apabila akan dibangun dinding penghalang di sekitar wilayah Anda.
Apa yang dilakukan pada saat terjadi bencana
  1. Apabila banjir akan terjadi di wilayah Anda:
    • Simak informasi dari radio mengenai informasi banjir
    • Waspada terhadap banjir yang akan melanda. Apabila terjadi banjir bandang, beranjak segera ke tempat yang lebih tinggi; jangan menunggu instruksi terkait arahan beranjak.
    • Waspada terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang air. Banjir bandang dapat terjadi di tempat ini dengan atau tanpa peringatan pada saat hujan biasa atau deras.
  2. Apabila Anda harus bersiap untuk evakuasi:
    • Amankan rumah Anda. Apabila masih tersedia waktu, tempatkan perabot di luar rumah. Barang yang lebih berharga diletakan pada bagian yang lebih tinggi di dalam rumah.
    • Matikan semua jaringan listrik apabila ada instruksi dari pihak berwenang. Cabut alat-alat yang masih tersambung dengan listrik. Jangan menyentuh peralatan yang bermuatan listrik apabila Anda berdiri di atas air.
  3. Apabila Anda harus meninggalkan rumah:
    • Jangan berjalan di arus air. Beberapa langkah berjalan di arus air dapat mengakibatkan Anda jatuh.
    • Apabila Anda harus berjalan di air, berjalanlah pada pijakan yang tidak bergerak. Gunakan tongkat atau sejenisnya untuk mengecek kepadatan tempat Anda berpijak.
    • Jangan mengemudikan mobil di wilayah banjir. Apabila air mulai naik, abaikan mobil dan keluarlah ke tempat yang lebih tinggi. Apabila hal ini tidak dilakukan, Anda dan mobil dapat tersapu arus banjir dengan cepat.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment