Tuesday, February 3, 2015

Kemasan Pangan Pintar

Kemasan pangan pintar adalah kemasan yang dapat menginformasikan kepada konsumen tentang kualitas, sifat dan kondisi produk pangan sehingga kesegaran dan keamanan dari produk pangan dapat dipantau. Saat ini kemasan pintar yang sudah digunakan adalah suatu label yang dapat menginformasikan kepada konsumen apakah produk yang dikemas masih aman untuk dimakan. Kemasan pintar ini dapat bereaksi terhadap perubahan kondisi internal maupun eksternal, kemudian reaksi ini dimanfaatkan menjadi alat untuk menunjukkan status produk tersebut kepada konsumen. Ada beberapa macam kemasan pangan pintar, antara lain:

  • indikator waktu dan suhu
  • indikator bakteri
Indikator Waktu dan Suhu (Time Temperature Indicator


Contoh Kemasan Pintar Indikator Suhu dan Waktu

 Keterangan: Jika warna label telah menjadi merah maka keamanan produk tidak dapat dijamin lagi. Perubahan warna terjadi dari reaksi polimerisasi dari monomer asetilenat.

Perubahan suhu umum terjadi selama penyimpanan, transportasi dan penanganan sehingga indikator dapat digunakan untuk memantau perubahan suhu yang berkaitan dengan masa simpan produk. Perubahan suhu tidak hanya menyebabkan menurunnya kualitas dan nutrisi pangan tapi juga dapat berpotensi menyebabkan keracunan. Banyak sistem indikator waktu dan suhu bekerja berdasarkan perubahan warna atau perkembangan warna yang berkolerasi dengan menurunnya kualitas pangan. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi indikator waktu dan suhu, antara lain:
  • Mudah diaktivasi dan sensitif 
  • Akurasi dan presisi tinggi 
  • Respon harusnya ireversibel, reprodusibel, dan berkorelasi dengan perubahan kualitas pangan 
  • Harus memiliki sifat fisika dan kimia tertentu. 
  • Respon harus mudah dibaca dan tidak membingungkan
Pada suhu rendah, kerusakan pangan menjadi lambat, dengan meningkatnya suhu, reaksi berlangsung lebih cepat. Bakteri pada makanan juga tumbuh lebih cepat dalam kondisi hangat, oleh karena itu, sangat berguna jika kita mengetahui apakah makanan tersebut selalu disimpan dalam kondisi dingin. Label yang pintar ini memberi informasi kepada konsumen apakah daging yang dijual telah dbiarkan dalam kondisi tidak dingin untuk waktu yang cukup lama.

Distribusi suhu sebenarnya menentukan masa simpan produk. Indikator bekerja berdasarkan suhu yang bergantung pada reaksi fisika, kimia atau enzimatis satu arah (ireversibel). Perubahan suhu mengakibatkan perubahan warna. Jika suhu meningkat, demikian juga kecepatan reaksi yang mengakibatkan perubahan warna indikator. Indikator dapat diprogram ulang untuk waktu dan suhu yang sesuai dengan pangan.

Indikator Bakteri 

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, bahwa pada kemasan pintar, kemasan dapat bereaksi terhadap perubahan kondisi internal maupun eksternal dan reaksi ini dimanfaatkan menjadi alat untuk menunjukkan status produk tersebut kepada konsumen. Berikut contoh mekanisme kemasan pintar untuk daging dan ikan. Daging dan ikan mengeluarkan gas tertentu bila terjadi proses mikrobiologis yang menyebabkan produk tersebut membusuk. Jika kemasan dibuka maka bau gas tersebut dapat tercium, tetapi jika kemasan masih tertutup rapat, gas tidak dapat tercium.

Mekanisme kerja kemasan pintar yang digunakan untuk mengemas ikan misalnya, yaitu dengan adanya suatu saluran di kemasan bagian dalam yang bersentuhan dengan indikator (di bagian luar kemasan) yang dapat ditembus apabila ada desakan aliran senyawa amina yang dihasilkan oleh ikan yang membusuk. Senyawa amina ini disalurkan melalui suatu sensor kimia yang berubah menjadi merah jambu secara progresif seiring dengan bertambahnya senyawa amina yang terbentuk. Label di samping mendeteksi jumlah bakteri yang ada dalam kemasan daging segar dan produk unggas. Jika indikator masih berwarna jingga, produk masih segar. Jika jumlah bakteri dalam kemasan telah mencapai suatu jumlah yang kritis, warna indikator berubah menjadi merah muda, menandakan bahwa isi kemasan telah tidak layak dikonsumsi.

Semoga informasi ini bermanfaat. Diambil dari Info POM  oleh Direktorat Pengawasan Produk & Bahan Berbahaya dengan sedikit modifikasi.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment